Sekarang ini jadi balita itu susah ya, kenapa? Kalo orang tuanya mampu beli susu, eh takut susunya tercemar bakteri, yang orang tuanya gak mampu beli susu trus kepingin ngrasain susu, akhirnya dibuatkan tajin. ( tau kan tajin).Kembali ke susu, kalo menurut pendapat orang – orang dari seluruh dunia ( ini tidak berdasarkan survey tapi fakta ) susu yang paling baik itu kan susunya ibu alias ASI. ASI itu baik bagi bayi dan kalo pas dibutuhkan baik juga buat bapaknya bayi (ha.ha.ha).Tapi jaman sekarang banyak ibu yang tidak menyusui anaknya dengan berbagai alasan, al;
- Anaknya gak mau disusui (walaupun jarang terjadi). Hal ini mungkin disebabkan berbagai faktor seperti karena; 1.Susunya ibu sudah keduluan bapaknya trus bayinya ngambek 2.Bayinya seleranya tinggi trus kepingin susu seperti punyanya Sarah Azhari, Luna Maya ato yg sejenisnya.
- Ibunya gak mau menyusui. Hal ini bisa karena berbagi macam alasan al; 1.Ibunya wanita karier sehingga tidak sempat menyusui anaknya. Tapi biasanya ibu seperti ini malah sempat menyusui rekan bisnis/kerja ato malah kadang-kadang bosnya juga. 2. Si ibu takut tu kalo sampai dadanya melorot seperti nenek peot akibat disedot. 3.Punyanya ibu mungkin sakit untuk menyusui bayinya ( tapi biasanya sembuh kalo ganti bapaknya).
- Bapaknya gak boleh, lho koq bisa? Ya bisa aja karena bapaknya menganggap itu adalah status Quo yg menjadi hak miliknya sendiri. Lha nanti kalo itu jadi lembek dan kendor kan rugi. Sedangkan ibu ikut aja karena takut kalo punyanya nanti kendor eh trus ditinggal cari ato mendirikan pabrik susu yang baru.. kan cilaka mending dikasih susu sapi yang telah ditambah bakteri itu tadi( mungkin hal ini jarang terjadi).
Terlepas dari omong kosong di atas ( ini agak serius) ada baiknya kita renungkan bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. Susu – susu formula dan makanan lainnya adalah penunjang dan pelengkap bagi pertumbuhan bayi.Tapi itu semua terserah anda, tergantung sikon anda tentunya.
Untuk yg meneliti susunya dan pemerintah, tolong segera diklarifikasi masalah ini agar tidak meresahkan masyarakat. Kalo ada susu yang tercemar , ya diumumkan saja merk susunya tidak usah nunggu nego dengan produsennya trus kemudian diralat bahwa susu formula di Indonesia sudah sterill dari bakteri Nagasaki itu. Semua kembali pada itikad baik untuk melayani masarakat.Toh akhirnya yang jadi korban ya masyarakat juga. Bagaimana pendapat Anda?
Untuk semua silakan dihujat, dicela. dikritik, yang penting dapat teman ha.ha.ha